lukumba
05-12-2007, 15:54
Hari sabtu tgl 1 desember 2007, gue memutuskan untuk mencoba track sebex (sentul bicycle extreme downhill). Setelah janjian dengan Om Ogel jdc di kafe tampak siring. Pagi-pagi sekali saya gowes dari rumah di percetakan negara menuju gatot subroto di halte pajak menunggu shuttle bus Sentul – blok M . Ternyata kalo hari sabtu, shuttle baru datang jam 8:30, jadi gw menunggu lumayan lama. Saya berharap mudah-mudahan speda diperbolehkan mendapat tempat nongkrong diatas bus. Tanpa harus melepas ban, speda saya masukkan dari pintu belakang oks banget!. Sampai diterminal Sentul, ternyata kawasan Tampak Siring masih lumayan jauh dengan tanjakan panjang yang menguras energi, sial!! Bisa-bisa tenaga saya sudah habis sebelum memulai petualangan yang sebenarnya. Ya sudah, minta ojeg narik deh sampai tampak siring hehehe…bukannya gak kuat lho ya. Sebelum sampai Tampak siring bertemu dengan Azis dan temannya, mereka baru saja melakukan offroad cross country melahap tanjakan ke gunung pancar lalu ketemu rombongan bule-bule sedang menuju gunung pancar, ada cewenya cakep juga saya pikir hehehe. “ you wanna join with us ?” sorry deh ya it’s not the time for that.
Sampai di Tampak Siring, saya pikir sudah ketinggalan kereta, ternyata masih menunggu pickup datang. awi dan jemmie sedang melakukan transaksi cepat pertukaran sepeda yang cukup alot karena Awi pengen cepat-cepat mencoba sepeda highclass bekas pake Jemmie di sebex. Walaupun drat bb dua-duanya kanan tetap aja dipasang biarin aja yang penting bisa masuk hehehehe dasar gila sepeda!!. Iseng-iseng gw nanya habis berapa tuh speda wi ? yaa…kira-kira hampir 30 jetilah wahh…!!! kebayang speda gw yang cukup ekonomis hehehe.
Bersama ogel dan daniel meluncurlah kita diatas pickup menuju kawasan wisata gunung pancar, lanjut menerjang jalanan menanjak berbatu-batu menuju pondok pemburu start point. Sampai di gunung pancar ketemu teman-teman H4 yang sudah melahap trek sebex 5 kali sedari pagi.
Ini pengalaman pertama saya melahap turunan berbahaya. Walaupun belum ada persiapan teknis, safety gear juga tidak disiapkan serius. Speda benar-benar XC abiss, hard tail, fork rst semi rigid, rem depan belakang v-brake deore. Om igo h4 (hahahaha) tertawa terkekeh-kekeh melihat penampilan gue yang salah kostum, tanpa full body safety, tanpa helm full face, speda HT XC pula, botol dan saddlebag masih terpasang di speda apalagi setelah saya memasang knee protector yang biasa digunakan oleh petennis bwkakakkaaka….mgkin dia pikir ni orang mau cari mati kayaknya!!. Hampir saja sarung tangan tidak terpasang untung saja diingatin oleh om igo. Om ogel dan daniel yang tadinya mau menuntun akhirnya start duluan, yaa..apa boleh buat.
Di start point diatas papan luncur dengan tinggi tiga meter, dibawahnya terpampang turunan extreme dengan sudut sangat terjal barbatu-batu besar, membuat ciut siapa saja yang belum pernah mencobanya. Hampir saja saya terpelanting karena pedal terbentur papan luncur upss!! Dengan tegang meluncurlah spedaku dengan cepat meliuk-liuk mengikuti trek, sengaja saya gak menggunakan rem terlalu banyak untuk menguji kenekatan. Rencananya saya akan orientasi dulu dan rolling menghindari drop off. Tetapi kegairahan berada ditengah-tengah turunan downhill meliuk-liuk saya melupakan orientasi. Dengan kecepatan sangat tinggi tiba-tiba didepan ada drop off setinggi kira-kira 1.5 meter yang tidak saya sadari dan tidak diperhitungkan. Untuk mengerem sudah terlambat, untuk menerjang saya tidak siap dengan teknik jumping Anjjjrrrt….Ahhhhhhh !!!%&* dengan ban depan mengarah kebawah otomatis kepalaku juga mengarah kebawah seperti tombak menghunjam bumi, saya terhempas didepan sepeda dengan sedikit salto di udara dan dengan wajah menghadap kebumi, mencium tanah Allahu Akbar. lalu terguling-guling kesamping. Setelah forensik sedikit ternyata hanya terjadi goresan dikit tak berarti tanpa darah dibagian siku kiri dan pundak kiri. Ohh…. ternyata itulah gunanya body, shoulder, elbow protection. Lutut saya sangat mulus walau dengan tennis style protection hehehe. Pada helm xc saya pada bagian depan dan belakang terdapat beberapa bekas benturan dan gesekan, alhamdulillah ternyata helmku bekerja dengan sangat baik.
Jatuh seperti ini sangat berbahaya jika saya tidak beruntung maka lengan dan bahu bisa patah, bahkan leher pun bisa patah atau paling tidak luka serius sepanjang lengan dan bahu. Untung saja saya masih memiliki kemampuan stuntman yang secara reflek keluar jika diperlukan hehehe. Tidak sampai semenit saya sudah berada diatas sadel lagi melanjutkan turunan cihuuuyyy. Setelah kejadian itu gue makin panas dan bersemangat. Didepan ada drop off lagi walau tidak setinggi yang pertama dengan sedikit manufer, gue menghindarinya ke arah kanan tapi tanpa bisa mengontrol, speda gw dengan cepat menuju kearah batang pohon…gdubrakkk!!!! @#%$#&* Saya tidak tahu apakah speda yang menabrak pohon, ataukah saya yang memeluk pohon. Mata berkunang-kunang dan ada tujuh bintang disekitar kepala. Tetapi yang jelas ada lecet sedikit pada tulang hidung dan sedikit nyeri pada tulang pipi sebelah kiri. Hmm….inilah gunanya helm fullface dan kacamata google untuk melindungi wajah, mata, hidung dan mungkin batang leher anda dari bahaya patah leher.
Om Ogel khawatir jangan-jangan terjadi patah lengan dan retak tulang bahu, setelah diperiksa ternyata tidak apa-apa. Dengan nyegir kuda gw naikin speda lagi keatas pickup untuk session kedua. Di session kedua, gw dituntun oleh Daniel tanpa terjadi kecelakaan apapun. Botol air gw ditemukan di posisi drop off ketika gw jatuh. Karena dikomporin Om Sanusi transtv, dengan berbusa-busa dia mengajari secara teori bagaimana melakukan jumping dengan benar. Pada session ketiga kejadian pertama terulang kembali. Om sanusi dengan ketawa menghampiri “sudah saya bilang jangan jumping dulu tapi lihat dulu bagaimana teman-teman jumping!!” “lhoo tadi ngajarin…gimana seehh!!! walau tanpa cedera sedikit pun ini karena teknik stunt gw sudah mulai menemukan jati dirinya hahahaha. Karena daniel buru-buru pulang karena ada acara, kita hanya bermain 3 session padahal pengennya sih kalo perlu 10 session lagi hehehe sombong amat sih gw.
Saya tidak tahu apakah karena teknik jumping saya belum benar atau karena spek speda masih ht semi rigid, tetapi yang jelas saya harus belajar jumping dulu dan melengkapi body protection sebelum mencoba sebex dikemudian hari. Speda biarlah tetap ht semi rigid dulu sampai budgetnya cukup untuk upgrade hehehe. Thanks teman-teman JDC, H4 dll yang sudah membantu.
sumber :
http://arismunawar.multiply.com/journal/item/1/Downhiller_Newbie_Salah_Kostum_di_SeBEx
Sampai di Tampak Siring, saya pikir sudah ketinggalan kereta, ternyata masih menunggu pickup datang. awi dan jemmie sedang melakukan transaksi cepat pertukaran sepeda yang cukup alot karena Awi pengen cepat-cepat mencoba sepeda highclass bekas pake Jemmie di sebex. Walaupun drat bb dua-duanya kanan tetap aja dipasang biarin aja yang penting bisa masuk hehehehe dasar gila sepeda!!. Iseng-iseng gw nanya habis berapa tuh speda wi ? yaa…kira-kira hampir 30 jetilah wahh…!!! kebayang speda gw yang cukup ekonomis hehehe.
Bersama ogel dan daniel meluncurlah kita diatas pickup menuju kawasan wisata gunung pancar, lanjut menerjang jalanan menanjak berbatu-batu menuju pondok pemburu start point. Sampai di gunung pancar ketemu teman-teman H4 yang sudah melahap trek sebex 5 kali sedari pagi.
Ini pengalaman pertama saya melahap turunan berbahaya. Walaupun belum ada persiapan teknis, safety gear juga tidak disiapkan serius. Speda benar-benar XC abiss, hard tail, fork rst semi rigid, rem depan belakang v-brake deore. Om igo h4 (hahahaha) tertawa terkekeh-kekeh melihat penampilan gue yang salah kostum, tanpa full body safety, tanpa helm full face, speda HT XC pula, botol dan saddlebag masih terpasang di speda apalagi setelah saya memasang knee protector yang biasa digunakan oleh petennis bwkakakkaaka….mgkin dia pikir ni orang mau cari mati kayaknya!!. Hampir saja sarung tangan tidak terpasang untung saja diingatin oleh om igo. Om ogel dan daniel yang tadinya mau menuntun akhirnya start duluan, yaa..apa boleh buat.
Di start point diatas papan luncur dengan tinggi tiga meter, dibawahnya terpampang turunan extreme dengan sudut sangat terjal barbatu-batu besar, membuat ciut siapa saja yang belum pernah mencobanya. Hampir saja saya terpelanting karena pedal terbentur papan luncur upss!! Dengan tegang meluncurlah spedaku dengan cepat meliuk-liuk mengikuti trek, sengaja saya gak menggunakan rem terlalu banyak untuk menguji kenekatan. Rencananya saya akan orientasi dulu dan rolling menghindari drop off. Tetapi kegairahan berada ditengah-tengah turunan downhill meliuk-liuk saya melupakan orientasi. Dengan kecepatan sangat tinggi tiba-tiba didepan ada drop off setinggi kira-kira 1.5 meter yang tidak saya sadari dan tidak diperhitungkan. Untuk mengerem sudah terlambat, untuk menerjang saya tidak siap dengan teknik jumping Anjjjrrrt….Ahhhhhhh !!!%&* dengan ban depan mengarah kebawah otomatis kepalaku juga mengarah kebawah seperti tombak menghunjam bumi, saya terhempas didepan sepeda dengan sedikit salto di udara dan dengan wajah menghadap kebumi, mencium tanah Allahu Akbar. lalu terguling-guling kesamping. Setelah forensik sedikit ternyata hanya terjadi goresan dikit tak berarti tanpa darah dibagian siku kiri dan pundak kiri. Ohh…. ternyata itulah gunanya body, shoulder, elbow protection. Lutut saya sangat mulus walau dengan tennis style protection hehehe. Pada helm xc saya pada bagian depan dan belakang terdapat beberapa bekas benturan dan gesekan, alhamdulillah ternyata helmku bekerja dengan sangat baik.
Jatuh seperti ini sangat berbahaya jika saya tidak beruntung maka lengan dan bahu bisa patah, bahkan leher pun bisa patah atau paling tidak luka serius sepanjang lengan dan bahu. Untung saja saya masih memiliki kemampuan stuntman yang secara reflek keluar jika diperlukan hehehe. Tidak sampai semenit saya sudah berada diatas sadel lagi melanjutkan turunan cihuuuyyy. Setelah kejadian itu gue makin panas dan bersemangat. Didepan ada drop off lagi walau tidak setinggi yang pertama dengan sedikit manufer, gue menghindarinya ke arah kanan tapi tanpa bisa mengontrol, speda gw dengan cepat menuju kearah batang pohon…gdubrakkk!!!! @#%$#&* Saya tidak tahu apakah speda yang menabrak pohon, ataukah saya yang memeluk pohon. Mata berkunang-kunang dan ada tujuh bintang disekitar kepala. Tetapi yang jelas ada lecet sedikit pada tulang hidung dan sedikit nyeri pada tulang pipi sebelah kiri. Hmm….inilah gunanya helm fullface dan kacamata google untuk melindungi wajah, mata, hidung dan mungkin batang leher anda dari bahaya patah leher.
Om Ogel khawatir jangan-jangan terjadi patah lengan dan retak tulang bahu, setelah diperiksa ternyata tidak apa-apa. Dengan nyegir kuda gw naikin speda lagi keatas pickup untuk session kedua. Di session kedua, gw dituntun oleh Daniel tanpa terjadi kecelakaan apapun. Botol air gw ditemukan di posisi drop off ketika gw jatuh. Karena dikomporin Om Sanusi transtv, dengan berbusa-busa dia mengajari secara teori bagaimana melakukan jumping dengan benar. Pada session ketiga kejadian pertama terulang kembali. Om sanusi dengan ketawa menghampiri “sudah saya bilang jangan jumping dulu tapi lihat dulu bagaimana teman-teman jumping!!” “lhoo tadi ngajarin…gimana seehh!!! walau tanpa cedera sedikit pun ini karena teknik stunt gw sudah mulai menemukan jati dirinya hahahaha. Karena daniel buru-buru pulang karena ada acara, kita hanya bermain 3 session padahal pengennya sih kalo perlu 10 session lagi hehehe sombong amat sih gw.
Saya tidak tahu apakah karena teknik jumping saya belum benar atau karena spek speda masih ht semi rigid, tetapi yang jelas saya harus belajar jumping dulu dan melengkapi body protection sebelum mencoba sebex dikemudian hari. Speda biarlah tetap ht semi rigid dulu sampai budgetnya cukup untuk upgrade hehehe. Thanks teman-teman JDC, H4 dll yang sudah membantu.
sumber :
http://arismunawar.multiply.com/journal/item/1/Downhiller_Newbie_Salah_Kostum_di_SeBEx