PDA

View Full Version : TALAGA WARNA RULLY TRACK 24 Juni 2007



roger-cepek
02-07-2007, 11:37
Dear All, Assalamu’alaikum wr wb,

http://img512.imageshack.us/img512/6227/heru2sx2.jpg (http://imageshack.us)
hamparan teh dari telaga warna

Memang betul kata orang bahwa pengalaman merupakan modal utama, terbukti pada rencana touring ke dua ini dakyu sudah nggak terlalu nervous, sudah lebih santai dalam persiapannya, dan terutama karena sudah punya protektor dengkul jadi lebih yakin dalam melibas turunan (maksudn ya yakin dalam nuntunnya gitu looo).
Pagi itu jam setengah 6, sudah kumpul di rumah Senor Fivin dan truk “sampah” atas jasa baik pak Oke juga sudah menunggu untuk loading sepeda. Loading dilakukan dan kurang lebih jam setengah tujuh, rombongan 16 orang start dari Graha Harapan berkonvoi dengan 4 mobil, Espass, Trajet, Truk pembawa Sepeda dan Terios.
Di jembatan Besi dekat Vila Nusa Indah tambah lagi dengan 2 orang yaitu pak Amar Kemang dan Oom Ruli Tempo the Road Captain. Oom Ruli ini salah seorang penggiat sepeda di kelompoknya Tempo, dan bersama dengan teman-temannya sering melakukan eksplorasi di daerah Telaga Warna (TW) yang menjadi tujuan tour kita kali ini, sayangnya saya masih gagal ngeracunin pak Tulus Tempo untuk ikut tour kali ini, next time joint the club ya pak.
Singkat kata jam setengah lapan sudah sampai di Ruman Makan Sederhana Gadog, 3 Mobil penumpang di parkir, sementara truk sampah dengan nilai “sampah” puluhan juta yang dibawanya lanjut ke Tugu dengan kawalan pak Oke…, rupanya jalur puncak cukup padat pagi itu sehingga Gadog-Tugu ditempuh dalam waktu yang lumayan lama dan sampai di Tugu sudah nyaris jam sembilan, mana angkot pertama kehabisan bensin jadi cukup lama juga nunggu nyari bensin, walhasil ada duit 60 rebu yang melayang karena salah paham, sori pak Wilman, saya kurang koordinasi.. (he he he).

http://img241.imageshack.us/img241/5294/heru4vj3.jpg (http://imageshack.us)
turunan terjal

Setelah unloading sepeda, disusul dengan sarapan pagi dengan menu variasi dari yang ringan yaitu bubur ayam, sate ayam sampai yang berat sate kambing, ini sarapan apa emang rakus to ya ???.
Jam 9 sperapat, mulai siap-siap, diawali dengan briefing dan doa oleh pak Ketu Fivin dan overview jalur yang akan ditempuh oleh Ruli the Road Captain, beliyau menyampaiken bahwa jalurnya nggak ada yang ekstrim nanjak kaya Ngehe, tapi variasi aja naik turun, mulai dari jalur makadam, single track di kebun teh, masuk hutan pinus, trus kalo waktunya cukup akan dilanjut dengan eksplore sedikit di daerah cilember.. (dalam hatiku, kalo nggak ada Ngehe’nya sih oke nih ;-)))).

http://img241.imageshack.us/img241/2645/heru5rb3.jpg (http://imageshack.us)
pacet...............capek deeeeeh

Perjalananpun dimulai dari Warung Makan di Tugu turun lewat jalan raya puncak.. wuesss banter tenan… sampai pintu masuk ke kawasan wisata Telaga Warna ambil kanan dan masuk ke jalur makadam di area wisata telaga warna, dipintu masuk ini bayar retribusi untuk masuk kawasan. Ada tambahan 4 anak muda pesepeda dari mbogor yang gabung dengan rombongan Portugal ini. Nah dari sini baru ketahuan nggak enaknya, kalo di Gunung Mas jalur dimulai dengan turunan sampai Taman Safari, kalo di TW ini jalur di awali dengan tanjakan, walaupun nggak ekstrim tapi kalo saya mah teteub TTB sesuai dengan motto saya “Tanjakan Gentar Turunan Keder” he he he…!!! Tapi pemandangannya Top Abiez, mangkanya pak Firdaus the photographer bolak-balik berhenti untuk mengabadikan pemandangan yang indah nian. Itulah enaknya sepedahan di gunung.. nggak ada bosennya.


Setelah masuk single track kawasan kebun the, terjadilah accident pertama di mana ustadz Didik dengan Vancee Wis Teles-nya yang lagi enak-enaknya downhill tiba-tiba sepedanya melesat mendahului orangnya yang jatuh berjumpalitan, selidik punya selidik rupanya ada tali backpack beliyau yang tersangkut di dahan teh sehingga beliau terpuruk dengan lecet-lecet di tubuhnya. Pesan moral lain kali bawa koper aja kan nggak ada talinya yang pating klawer kek kek kek... belakangan saya dengar Kaleng Krupuk van pancee beliau mau dijuwal.. piye to pak??? Sing salah backpack kok yang mau dijuwal frame-nya (he he he).

Lanjut masuk ke jalur batu kawasan kebun teh problem teknis pertama mucul yaitu rante sepedanya pak Amar kemang mulai bermasalah, ustadz Didik pun turun tangan membantu dan bereslah urusan rante ini. Trek turunan berbatu berlanjut sampai pondokan tempat istirohat pertama, sambil membuka bekal makanan ringan dan ber ha ha ha hii hiii... saling meledek dan mencela cela...!!
Setelah dilanjut masuk ke single track diantara pohon teh, lagi-lagi ada vanchee yang jatuh yaitu pak Totok, entah ada apa dengan pance yang berjatuhan ?? Apa kalo naik pance terus kena sindroma anti ngerem ya..jadinya pada bersalto ria he he, tapi tetap aman kok, itulah gunannya safety protector!! Istirohat kedua di pertigaan pondok seng di dekat SD Cikoneng (??). Firdaus the photographers akhirnya kebanjiran order untuk foto panning shoot, beberapa banci foto seperti Babe Lutfi, Joko Thor dan Edi PH pun ngorder untuk jadi modelnya.. sekedar catatan hasil foto pak Firdaus ini sudah beberapa kali menang lomba, jadi pastinya hasilnya ciamiklah, nanti kita tunggu bersama kiriman foto pak Firdaus ini.
Dari SD ini kita langsung masuk single track diatara poon teh yang rapet pet bak prawan sehingga sulit banget digowes.. dan disini protektor dengkul sangat berperan, kalo tidak pakai mah pasti auw auw deh..!! dan akhir jalur teh ini ditutup dengan jalur angkat sepeda. Sebelum masuk ke hutan pinus kita sempat istrirohat untuk mengumpulkan oksigen yang memburu ketika angkat dan dorong sepeda.
http://img241.imageshack.us/img241/332/heru7vs1.jpg (http://imageshack.us)
gaya dulu rame rame
Jalur pinus vegetasinya tergolong sangat rapat, dan tanahnya humusnya memang tebal sehingga empuk dan menyimpan potensi protein tersembunyi yaitu PACET...!!!!! gowes diantara turunan yang sebagian ungowesable (buat saya looo, entah kalo para senioren semua..), yang saya lihat sih ustadz Didik mencoba gowes pada drop off berakar banyak pun juga terjungkal sehingga menambah koleksi goresan ditubuhnya yang semula beret-beret di dada, ditambah dengan bibir yang sedikit tebal karena nyium pohon yang ngangur berdiri kokoh ditengah trek... emang bukan salah pohonnya pak, dari semalem pohon itu udah ada ditengan jalan...!!. Pada kondisi tertentu bahkan untuk nuntun sepeda aja saya nggak bisa, ya jadi sepedanya saya lepas turun duluan, baru ”truk kontainer 40ft” ini nyerosot belakangan.. hua hua menyenangkan boook, serasa main prosotan di water boom!!
Istirohat berikutnya di kuburan 18m (ada 3 kuburan @6m), disini terjadi kisah terpanas sepanjang sejarang touring, ketika ustads Didik dengan mesranya berciuman dengan pacet, pacet mencium bibir dan ustadz Didi mengulum itu pacet dengan ekspresi penuh keheranan kok slilit sate kambingnya sampe ke bibir ya... (hua ha ha, sumpeh lucu banget ekspresinya pak !!!) Satelah saling inspeksi ternyata banyak juga yang siang itu berbaik hati menjadi donor darah buat pacet, ada pak Amar, pak Wito, Eh ternyata saya juga kena pacet yang nempel di kuping kaya anting, entah siapa lagi yang kena..!! Trek hutan pinus berakhir di sebuah rumah kosong full tai kambing, tapi pemandangannya amoyyyyy. Seandainya mbekel makan siang, disini ini tempat yang paling enak untuk makan (la iya secara sudah jam 2 pasti wis laper berat). Seperti biasa para banci foto memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan gambar yang indah (poto bisa menipu my men, tapi gambar di video mah TTB terus ;-))).
Dari rumah tua jalur menurun dan sudah masuk ke desa, sempat sedikit Lost orientation tapi Ruli the tour leader segera menemu kenali jalannya lagi, tapi A:LAMAK... nanjak bet.... akhirnya karena ustadz Didik yang mengalami musibah berkali-kali sudah merasa badannya Meriang Sakit bukan meriang gembira, kami bertiga (Mener AM, Ustadz D idi dan saya Heru DJ) memutuskan untuk balik dan mencari jalan on road ke gadog yang ternyata masih lumayan jauh juga. Sedangkan yang lain terus mendorong sepeda naik ke atas bukit. Saya dengar cerita rante sepeda Oom Ruli copot dan akhirnya dilepas dan untungnya jalan sudah manurung terus sehingga bisa dengan selamat sampai gadog. Beberapa cerita kecil seperti Babe Lufti yang beli tahu 6 ribu perak, bukan untuk dimakan tapi disebar di jalan raya menjelang Gadog. Akhirnya sekitar jam 4 semua sudah kumpul kembali dan loading sepeda ke Truk, bersih-besih badan sholat ashar dan lohor dan ditutup dengan gila-gilaan makan siang yang tergeser menjadi makan sore.. lapar perut, lapar mata, lapar bet...!!!

http://img241.imageshack.us/img241/2569/heru8wz6.jpg (http://imageshack.us)
Sore menjelang pulang

M enjelang maghrib pulang, sampai jembatan di vila nusa indah, unloading 2 sepeda Oom Ruli dan Pak Amar atau tepatnya otopet karena nggak pake rante lagi, sehingga pak Amar harus ber otopet ria dijalur kuburan kemang, dan jam setengah lapan malam rombongan besar sampai di Graha Harapan dengan selamat... Amien
Terima kasih kepada semua pihak partisipan, khususnya kepada 1. Oom Ruli the tour leader, 2. Wilman Jess the Organizer atas Espassnya, 3. Pak Ketu Fivin atas Teriossnya serta video kameranya 4. pak Oke atas pinjaman Truknya dan kepada semua partisipan yang lain yaitu 5. Senor Kojays, 6. Mener Aris, 7. Ustadz Didi van Pacet, 8. Babe Lutfi, 9. Mas Joko Thor, 10. Pak Wito, 11. Pak Rudy Samson 12. Dudut, 13 Pak Eddy Puri Hutama, 14 Pak Firdaus the photographer, 15. Pak Eko, 16. Pak Toto, 17 Pak Amar Kemang Pratama. Tanpa anda semua kegembiraan ini nggak akan pernah terjadi, dan muhun maaf kalo “truk kontainer 40ft” ini membebani para pihak semua.

Wassalam…
Heru D(emen) J(atuh)
Dalam angka:
Terkumpul uang iuran @Rp. 70.000,- x 18 orang sebanyak Rp. 1.260.000,- (a)
Bantingan Spontan di Sederhana Gadog Rp. 315.000,- (b)
Total Pemasukan Rp. 1.575.000,- (c)=(a)+(b)
Total trip menghabiskan biaya Rp. 1.572.000,- dengan perincian
a.BBM+Tol 3 Mobil (Terioss, Espass, Trajet) Rp. 260.000,-
b. Sewa truk dan tip sopir Rp. 300.000,-
c. 2 angkot sederhana-tugu Rp. 120.000,-
d. Makan pagi Rp. 187.000,-
e. Retribusi masuk TW Rp. 40.000,-
f. Makan Siang yang ke Sorean Rp. 525.000,-
g. Parkir mobil Rp. 40.000,-
h. saldo Rp. 3.000,-
Peserta 18 Goweser
Jatuh.. entah berapa kali dan berapa banyak ??

rante_pit
02-07-2007, 13:04
pak n*h*r gak ikut? kok namanya gak kesebut...

bhiesma
03-07-2007, 08:10
:-?..ini telaga warna yang di puncak...hmm...hmm..
dilihat dari mana nih...bagus juga....
seperti kata om budi...telaganya yang mana ya...kekekeke
aniway.. good pic..

bw

roger-cepek
03-07-2007, 09:01
seperti yang ditulis doooong om, puncak dilihat dari telaga warna.....bukan sebaliknya :D

jinkura2
03-07-2007, 09:37
Keren tulisannya oom Heru. Emang Telaga Warna ciamik, overall lebih asyik daripada RA-Gadog. Cuman sepeda panci kenapa beterbangan gitu ya heuheuehue... apakah ada bengkok atau patah waktu mental oom?? Sekalian review frame ini dong, apakah memang seperti badak? :)

Oni
03-07-2007, 10:41
Om, ngaambil angle-nya dari gubuk seng yang pertama ya??? wah keren banget tuh gambarnya, salut

kanukaula
03-07-2007, 11:31
pak n*h*r gak ikut? kok namanya gak kesebut...


Pak *a*a* ga jadi ikut, ibunya sedang dirawat :(




Keren tulisannya oom Heru. Emang Telaga Warna ciamik, overall lebih asyik daripada RA-Gadog. Cuman sepeda panci kenapa beterbangan gitu ya heuheuehue... apakah ada bengkok atau patah waktu mental oom?? Sekalian review frame ini dong, apakah memang seperti badak? :)


Biasa, trauma jatoh, kalo pake frame itu lagi jadi ga pede ngkali :) Padahal jatoh mah biasa ..... Darpada nyalahin diri sendiri, mendingan nyalahin frame, donk :D

Simple review Panci : lumayan senak dgn harga rel murah (pisan) , kuwat meskipun ga sekuwat badak, ga sayang kalo kegeret2 pas diangkut di truk atau pas lagi asruk2an di hutan :) Tapi jangan dibandingin dgn fulsus yg lain , apalagi yg harganya beda jauh.....
Saya mah pake panci ajah, blm mikir ganti frame . Mudah2an bukan karena dompet cekak ... :)

jinkura2
03-07-2007, 12:55
Another Vanchick owners heuheuheue... maknyus lah...

kanukaula
03-07-2007, 13:04
seperti yang ditulis doooong om, puncak dilihat dari telaga warna.....bukan sebaliknya :D



:-? :D :D :tu: =D>

ricky
03-07-2007, 15:35
Another Vanchick owners heuheuheue... maknyus lah...

kok si om jinkura2 abiiis jatuh tempo hari jadi jarang kedengeran kiprahnya, mau beralih ke DJ tapi diskusinya kok brenti..................kayak keur pundung......jangan gitu dong Uda Hilman.
Uda seneng ke telaga warna inget kampung bunda yaaah di ngarai sianok