Bila pada umumnya masyarakat Indonesia merayakan hari kemerdekaan dengan lomba balap karung, dan makan kerupuk, maka penghobi olahraga sepeda miring ke atas merayakannya dengan cara yang berbeda. Tepat pada tanggal 17 Agustus 2009 tak kurang dari 200 pesepeda merayakan peringatan kemerdekaan RI tercinta dengan berlomba memacu sepeda gunung dan sepeda lipatnya menuju puncak KM 0 Bojong Koneng dari Perumahan Sentul City. Keduaratus orang tersebut termasuk panitia, tim pendukung, sponsor dan sekitar 110 orang peserta kompetisi. Perhelatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Penikmat Djalan Nandjak (1PDN) dan Indonesia Bike Adventure (IBA) bekerjasama dengan Festival Sentul dan B2W-Indonesia WIlayah Bogor, yang disokong oleh beberapa toko sepeda.
Tujuan dan Misi dari kompetisi ini adalah untuk memfasilitasi para penghobi uphill baik dari kalangan pengayuh sepeda gunung (mountain bike atau MTB) dan sepeda lipat (Seli) untuk mengasah kemampuan memacu adrenalin berlomba kecepatan di kontur jalan yang sangat curam. Point start dimulai dari kawasan perumahan Sentul City dari elevasi 250 m.d.p.l. menuju ketinggian 600m.d.p.l. sejauh 6 km. Selain para penghobi sepeda/ amatir, event bertajuk "Mendaki Puncak Kemerdekaan" ini juga diikuti para atlit nasional untuk melumasi dengkul-dengkul dan hitung-hitung latihan agar kemampuan mereka tetap konsisten. Para atlit nasioanl yang berjumlah 9 orang tersebut diklasifikasikan eksklusif di kelas MEN ELITE.
Sebelum perlombaan dimulai, para penghobi kereta angin ini mengikuti upacara bendera yang sangat khidmat di lapangan upacara perumahan Sentul City dengan para satuan pengamanan perumahan. Inspektur upacara dalam pidatonya mengucapkan apresiasi yang setingginya kepada para pesepeda karena ini adalah kali yang pertama upacara peringatan 17 agustus di perumahan tersebut dihadiri oleh begitu banyak peserta. Komandan peleton sepeda dipegang oleh Tony "Kamurang" Wijaya yang terlihat cukup berpengalaman untuk merapikan dan menyiapkan pasukan. Bahkan beberapa orang rekan menunjukkan rasa haru karena sudah belasan tahun tidak mengikuti upacara bendera. Alhamdulilah bendera kita masih merah putih.
Start pertama untuk MTB kelas 36 tahun ke atas (36UP)dilepas oleh Bapak Kesawa Djati yang bertindak sebagai Race Director dengan metode flying start atau start semu, hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi para peserta yang berjumlah tak kurang dari 40 orang untuk mengambil ancang-ancang sebelum sprint ke mengayuh di jalan yang sangat curam menuju Km 0, kemudian diikuti oleh kelas Sepeda lipat 36 tahun ke atas yang dilepas bersamaan dengan sepeda lipat wanita open dan MTB wanita open. Kloter terakhir ditutup oleh kelas MTB elite, MTB 18-36 dan Sepeda lipat 18-36.
Pertarungan yang paling seru terlihat di kelas MTB 36UP dimana Bowo yang masih tercatat sebagai atlit nasional kelas master bertarung dengan Tony Wijaya. Adu otot dengkul dimenangkan oleh Bowo yang tidak berselisih jauh dengan Tony. Adu kemampuan yang tak kalah tegang lainnya adalah pertarungan di kelas MEN ELITE dimana Saikun (JPG/ Green-T) di 1 km awal masih saling susul dengan Fendi Saputra (Bagus bike), namun kemudian Saikun melesat jauh di depan hingga finish.
Jarak yang tidak terlalu jauh, membuat para pemacu pedal, melakukan pedaling dengan tehnik sprint ibarat lari cepat 100 meter.
Hal yang mengejutkan lainnya adalah kepiawaian yang dipertontonkan oleh Kong Liong yang unggul jauh di depan lawan-lawannya. Walaupun sudah tidak muda lagi akan tetapi Kong Liong begitu lincah dan piawai mengendalikan sepeda lipat dengan ukuran ban 20". Peringkat kedua untuk kelas ini dipegang Oleh Anto "Boti" Kartadibrata dengan sepeda lipat 20" yang diberi nama Indonesia Satoe dan disusul oleh Yusa Kwinto yang menunggangi sepeda lipat 20", 6 speed.
Pertarungan di kelas WOMAN MTB OPEN terlihat kurang berimbang, Vonika dan Anita yang masing-masing memegang tampuk nomor 1 dan 2 unggul jauh dari ketiga lawannya.
Untuk kelas MTB dan Sepeda lipat muda (18-35 tahun), pertarungan terlihat sengit. Oki dari Delta Cycles bisa mengungguli lawan-lawannya yang tidak terpaut jauh di belakangnya. Demikian pula dengan Eric yang tidak terpaut jauh dengan Romli (Kamurang bike) masing-masing di posisi 1 dan 2 untuk kelas MTB 18-36 tahun.
Berikut ini rincian hasil pertandingan dari masing-masing kelas:
Tambahan info dari Oom Gatot:
"Buat teman2 yg ikutan SENTUL BICYCLE UPHILL COMPETITION 2009 saksikan tayangannya di JAKTV besok Sabtu 22 Agustus 2009 jam 10.30 dan Rabu 26 Agustus 2009 Jam 18.00.."
Bookmarks